Sabtu, 11 April 2015

2.5 Fluidity Geometry Of Water In Motion

2.5 Fluidity Geometry Of Water In Motion
Amalia, Firda
Abstract:
Kawasan muka sungai merupakan bagian besar dari ruang publik yang bukan hanya menjadi ruang yang unik di kota, tetapi juga wilayah yang paling representatif yang mencerminkan karakter lokal dari kota tersebut. Sebagai tema besar dalam kasus proyek perancangan ini, kawasan muka sungai menjadi muka depan suatu bangunan tersebut dirancang. Perancangan ini juga disertai dengan kasus proyek perancangan arsitektural yang bersifat komersial campuran dimana proyek ini berada di lokasi tapak yang berbatasan dengan tepi Sungai Deli, Jalan Guru Patimpus dan lahan eks Deli Plaza. Sungai Deli merupakan salah satu sungai induk dari beberapa sungai yang mengalir di Sumatera Utara, serta menyimpan sejarah kota Medan yang menjadi identitas kota. Penerapan tema “Fluidity Geometry of Water in Motion” bermula dari inspirasi penulis terhadap bentuk-bentuk alam berupa tetesan air yang diambil dari elemen sungai dimana gambaran aliran sungai dari Sungai Deli ini diterapkan dalam bangunan dan tapak lingkungan. Tema yang diharapkan dalam perancangan ini adalah tema yang bisa menggambarkan bagaimana fungsi ruang publik dan fungsi komersial campuran tersebut terintergrasi dengan lingkungan alam, bagaimana keterkaitannya antara tepian sungai, sungai, ruang luar dan ruang dalam, serta tema yang dapat menciptakan daya tarik pada rancangan ini. Penerapan tema ini akan terintergrasi dengan gaya arsitektur Organik Kontemporer, dimana bagian dari tema yang berperan dalam prinsip-prinsip alam akan diterapkan dalam perancangan serta menggabungkan unsur modern ke dalamnya.

Abstract:

Riverfront is a large part of public space that does not only become unique space in a city, but also becomes the representative of a region that reflects the local character from the city. As the main theme in this design project case, riverfront becomes the facade this building. This design also includes architectural design project case which is commercial mixed-use. This project is located at the site that is adjacent with the side of Deli River, Jalan Guru Patimpus and the area that was used as Deli Plaza. Deli River is one of the main stem river from some rivers that flow in North Sumatera, which contains the history and symbolizes the identity of Medan City. The application of “Fluidity Geometry of Water in Motion” theme was inspired by the natural form which is drop of water from the river where the flow pattern of Deli River is applied in the building and environment. The theme that is expected from this design is the theme that can give the view of how the functions of public space and commercial mix-used are integrated with the natural environment, how is the correlation of riverside, river, exterior and interior, also the theme that can create attraction in this design. The application of this theme is going to be intergrated with the Organic Contemporer architectural style, where the part of the theme which roles in natural principles is going to be applied in the design with the combination of modern element.

2.4 Old But Gold

2.4 Old But Gold
Liantono, Christofher
Abstract:
Kondisi Istana Maimun yang semakin tidak terawat, serta minimnya kesadaran untuk menjaga kelestarian sungai membuat Pemerintah Kota Medan mengangkat sebuah proyek revitalisasi untuk direalisasikan. Proyek revitalisasi ini mengangkat riverfront architecture sebagai tema besar, sebagaimana maksud dan tujuan utama proyek ini adalah penataan ulang daerah muka Sungai Deli. Lebih rincinya, tema yang ditunjuk untuk kawasan Komplek Istana Maimun adalah Urban Heritage Tourism. Tema ini dimaksudkan untuk mengoptimalisasikan Komplek Istana Maimun sebagai sebuah lokasi pariwisata bersejarah yang lebih baik Proyek untuk merevitalisasi Komplek Istana Maimun menjadi sebuah lokasi pariwisata yang lebih baik membuat perancang memilih Old But Gold sebagai tema dalam rancangannya. Perancang menggunakan pendekatan arsitektur tropis sebagai dasar rancangannya, yang akan membuat bangunan yang nyaman bagi penggunanya pada kondisi iklim tropis di Kota Medan. Desain yang diajukan yaitu memindahkan seluruh keluarga kesultanan yang bertempat tinggal di daerah perumahan di belakang Istana Maimun ke bangunan apartemen baru yang akan dibangun. Apartemen ini juga akan dijual kepada publik. Apartemen ini terdapat 286 unit hunian yang terdiri dari tipe studio, tipe 2 kamar dan tipe 3 kamar. Selain apartemen, perancang juga merancang sebuah hotel butik. Hotel butik ini akan meningkatkan jumlah turis yang mengunjungi Istana Maimun, sehingga mampu memberi pemasukan yang lebih banyak dari sektor pariwisata ini. Hotel butik ini mempunyai 100 kamar, yang terdiri dari kamar Standard, Deluxe, Executive, dam Suite Lahan perumahan di belakang Istana Maimun diubah perancang menjadi sebuah ruang publik, termasuk street cafe dan amphitheater yang berfungsi sebagai tempat aktivitas pertunjukan kesenian tradisional Melayu. Ruang publik ini juga akan menjadi area rekreasi bagi warga Kota Medan.

Abstract:
The degrading condition of Maimoon Palace, and the lack of awareness to preserve the river made the local government to come up with a revitalization project. This project promotes riverfront architecture as its main theme, as the goal of this project is to redesign the riverfront area of Deli River. More in depth, the theme for this Maimoon Palace Complex's project is Urban Heritage Tourism. This certain theme's intention is to optimize Maimoon Palace to become a better heritage tourism location. A project to turn the Maimoon Palace Complex becomes a better tourism location made the designer to choose Old But Gold as the theme of his design. The designer chose tropical architecture approach as the basic of the design which will make a comfortable building for the users against the tropic climate in Medan. The proposed design is to relocate the Sultanate's families that reside at the back of Maimoon Palace to a new apartment building. This apartment also will be sold for public. This apartment will has 265 unit, which consists of studio type, 2 bedroom type and 3 bedroom type. Besides apartment, the designer also designed a boutique hotel. This boutique hotel will increase the number of tourists that visit Maimoon Palace, and will generate greater income from tourism sector. This hotel will has 100 guest rooms, which consists of Standard room, Deluxe room, Executive room, and Suite The hosing land at the back of Maimoon Palace changed into a public space, which includes street cafe and amphitheater for traditional performances. This public space also will be a recreation area for Medan's citizens.